Jumat, 13 Maret 2015


CINTA TAK TERBALAS

Karya Yudi Alam

Pada pagi hari Deki berangkat ke sekolah di antar sama Omnya  yang tidak biasanya mengantar Deki ke sekolah, sebut saja namanya Gunawan.  ” Om? Kok Om tumben-tumbenya ngantarin Deki ke seklolah”? tanya Deki “Oh kebetulan Om ada urusan mendadak keluar kota ya mumpung jalannya searah kesekolah kamu apa salahnya dong kalau Om sambil ngantar kamu kesekolah” “oh gitu, ya uda Om Deki setop di sini aja tar Om telat lagi kalau mesti masuk ke depan sekolah apalagikan di sana susah untuk muter mobilnya” “ya sudah kalau gitu kamu hati-hati ya jangan nakal’’!  “ia Om, Om juga ya hati-hati”!.

Oh ya kenalin sebelumnya dia bernama Deki Pirmansyah dia adalah siswa SMKN 1 MUARA ENIM , dia anak yang berprestasi dan nggak suka ngumpul sama temen-temen yang sukanya cuman nagbisin waktu gak penting,  Liya Damayanti dia adalah sahabat Reni, Dian, dan Santi. Diam-diam Liya jatuh hati terhadap Deki, entah mengapa Liya tertarik kepada Deki padahal Deki tidak terlalu tampan bisa di katakan standar la, malahan cowok di sekolah tersebut lebih banyak yang tampan dari pada Deki, ya kita kan engak tahu apa sebabnya orang jatuh cinta karna bagi saya cinta itu datang dengan sendirinya, menhilang pun dengan sendirinya.

“Liya” panggil Rani setelah berada di depan pagar sekolah.“ eh Ran” jawab Liya yang langsung berhenti berjalan karna namanya di panggil, “tumben nggak bersama Santi” Tanya Rani namun tidak di jawab Liya karena bosen bahas masalah sahabatnya yang manja itu dan dia senyum manis menjawab pertanyaan Rani “ hem orang naya kok malah senyum-senyum?” “ ah sudahla loe kan udah tahu kebisaan anak itu, oarang manja gitu mana mungkin bangun pagi-pagi kayak kita” “oh iya lupa Ya”, “ Ayo kita masuk duluan tar lagi pasti dia dateng kok dengan Dian’’! “ ya sudah kala gitu. Ayo”. Mereka pun masuk pagar sekolah menuju ke kelasnya.Belum juga lima langkah teriakan nama Liya dan Rani terdengar mereka serentak menoleh ke belakang, tenyata kedua sahabatnya Dian dan Santipun Santi berlari menuju mereka, “ ea kok buru-buru amat si santai aja dong gw capek ne” tanya Santi, “ ia ne gw juga capek “ jawab Dian. “ ya siapa juag kan yang nyuruh kalian lari, “yea kami lari kan takut terlambat” “mangkaya bangun tuh pagi-pagi supaya gak kesiangan” jawab Liya dengan suara agak mengejek. Ah sudah ah kita langsung ke kelas ajah istirahat capek guw ndegarin kalian berdua bahas mesalah itu lagi” “ hemz ngambek ne yea hahhahhaha “ jawab Liya dan Santi sambil ketawa.

“Liya pangil Deki”? yang baru sampai juga kekelas mereka “ ada apa Dek” jawab Liya sambil tersenyum,“ loe udah ngerjain tugas fisika belom” Tanya Deki“ udah” jawab Liya sambil tersenyum, meliaht tingkah Deki yang tak bisanya nanyain tugas sekolah sama Liya“ gw pinjem ya” kata Deki dengan tampang so cool dan sedikit PD.“ogak ah” jawab Liya sebel “kirain apaan ternyata mau nyontek”gumam  dalam hati“yah kok loe gitu si”kata Deki sambil masang tampang sok ngambek,“kapan sih Dek loe mau berubah, kita tu mau ngadapin ulangan semester kalo loe gini terus ntar gak naikkelas gi mana coba” jawab Liya merasa nggak enak karna melihat tampang Deki yang cembrut“gue janji ini terakhir kali gue nyontek deh”jawab Deki dengan jari kelingking nya yang di sodorkan kea rah Liya, dengan berat hati dia membalas jari Deki.“janji ya”jawab Liya melepaskan jarinya dari tangan Deki dan menyodorkan buku fisika kearah revan,“ thanks y aloe emang sahabat gue yang TOP BGT deh”kata Deki sambil berlalu dari hadapan “andai aja loe tau Dek, gue pengen lebih dari sahabat Dek” gumam  dalam hati yang matanya terus mengikuti pundak Dek dari hadapanya,“Liya,kok malah ngalamun si”kata Dian yang melihat Liya bengong, dan ucapan Dian menyadarkan dari lamunanya,“eh apa, nggak ko’”jawb Liya dengan tampang gugup,“udah lah ke sini aja yuk”ajak Liya yang melihat mulutDian siap untuk bicara, “ayo’” jawab Dian walaupun dia masih pengen debat sama Liya, tapi mau gi mana bel udah bebunyi.Bell istirahat pun berbunyi menandakan saatnya ngasih jatah pada caqcing di perut yang udah nggak bisa di toleransi lagi

Setelah sampai di kantin dia melihat Dekiyang asyik bercanda dengan ceweknya, karna melihat pemandangan yang bikin hatinya sakit ia pun memutuskan untuk ke taman balakang sekolah karna rasa lapar nya berganti dengan rasa sakit di hatinya,karna karna Dian, Santi, dan Rani tau apa yang sedang di rasakan oleh sahabatnya iya pun ngekor di belakang Liya dan mencoba menjajar kan langkanya dengan Liya yang berjalan dengan cepat karna ia nggak mau teman-temanya melihat dia nangis.Setelah tiba di taman  pun nggak bisa menahan air mata nya untuk jatuh“udah donk Ya jangan nagis” kata Rani dkknya mencoba menenangkan sahabat nya Liya, “cup cup, jangan nangis lagi donk, loe tau nggak si kalo loe nangis kecantikan loe ilang”kata Santi mengusap-usap pundak  yang masih terus menangis“loe tau nggak si, hati gua tu sakit banget, setiap gua liat Deki bermesraan dengan cewek lain”terang Liya di sela tangisnya“gua tau, tapi loe harus kuat donk,di mana Liya yang dulu,  yang ceria,  yang nggak cengeng, gua tau apa yang sedang loe rasain karna gua juga pernah ngrasain hal yang demi kian, tapi gue tetap kuat njalaninnya karna gue tahu cinta memeng tidak harus memiliki, nanti kalau Deki emang jodoh koe dia pasti jadi milik loe juga kok, loe yang sabar ya ada kita-kita di sini yang siap nemani loe dlam suka maupun duka, tapi loe pasti masih ingat kana pa yang loe omongin dulu, loe bilang, kita nggak boleh cengeng, kita juga nggak boleh lemah karna cowok,cowok di dunia ini nggak cuman satu , loe ingat kan”terang Dian panjang lebar,“ iya gua tau, tapi gua bener-bener nggak bisa nahan air mata gua An, rasanya sakit banget”jawab Liya yang berderai air mata“udah.. udah jangan nangis lagi ya, gua tau loe orang kuat jadi loe pasti bisa menjalani ini semua, sekarang senyum donk”terang Dian yang di balas anggukan oleh Liya dan ia pun mencoba tersenyum walaupun hatinya sakit,“nah gitu donk, loe tau nggak sih kalo loe senyum itu lebih cantik dari siapapun”terang Dian dan sahabatnya yang lain menggoda“apaan sih kalian jangan lebay deh” jawab Liya walupun dia tersipu malu

Dan setiap hari dia melihat hal yang sama yang membuat hatinya teriris tapi iya mencoba tersenyum dan bersikap se wajar mungkin, tiba suatu hari yang membuat ia tak bisa mehan airmata nya yaitu saat dia dengar kalo Deki dan Ceweknya telah resmi jadian dan saat yang sama pula ia harus sendirian ngadepin ini karna Dian sahabatnya yang paling akrab nggak masuk katanya dia sakit, dan setiap hari ia melihat Deki bermesraan dengan cewek nya ya walaupun nggak cuman dia yang ngrasain tapi air mata nya nggak bisa di ajak kompromi lagi-lagi ia harus nangis karna cowok yang sama tapi ia mencoba tegar untuk hadapin ini karna ia nggak ingin melihat Santi dan Rani cemas dan selalu menghiburnya, tapi suatu hari Deki tau apa yang di rasakan oleh Liya lewat buku dairy yang ada di dalam tas Liya, tanpa sengaja dia membaca halaman yang berisi tentang perasaan Liya ke pada Deki.

Dear dairy hari ini adalah hari yang sama, hari yang penuh dengan rasa sakit hati saat melihat Deki dengan Ceweknya bermesraan, andai Deki tau apa yang ku rasa, tapi aku sadar cinta nggak harus memiliki, tapi aku sudah mencoba untuk melupakanya tapi bayanganya selalu ada dalam pikiran ku, tuhan tolong hapus dia dari pikiranku dan tolong hapus rasa cinta ku untuk nya, tuhan apa salah ku hingga aku harus melihat orang yang aku sayang dan cinta harus bersama dengan gadis lain,

“Deki”panggil Rani dan Santi yang saat itu Liya sedang tidak ada di kelas, nggak percaya sekaligus kaget apa yang mereka  lihat “suruh siapa loe baca dairy nya Liya”Tanya Rani dengan tampang nggak terima

 

“gua mau nanya ma kalian apa bener yang di tulis Liya di sini”bukanya menjawab Deki malah balik nanya“iya itu memang bener, walaupun gw nggak tau apa yang di tulis Liya di situ, tapi gua tau dengan tampang loe yang kayak gitu pasti yang di tulis LIya adalah curahan hatinya ke loe”tutur Rani “jadi maksut loe bener kalo  suka sama gua”Tanya Deki dengan tampang nggak percaya, Rani nggak ngejawab hanya menganggukkan kepala“itu nggak mungkin”gumam Deki“itu memang benar, dia diam-diam suka sama loe”terang Rani “uda ran jangan keres-keres nanti Liya denger lagi” jawab Santi.

“Santi, Rani, deki”panggil Liya yang ada di ambang pintu kelas, Rani, Santi dan Deki pun dengan spontan menatap kea rah Liya“”gumam Rani“loe”Ya nggak ngelanjutanya ucapanya karna melihat dairy nya ada di tangan Deki“loe, baca dairy gua Dek” Tanya Liya lebih tepat nya bentakan. “balikin buku gua”bentak Liya pada Deki dan di tonton oleh siswa dan siswi yang ada di sekitar itu“apa bener yang loe tulis dalam dairy loe ini”Tanya Deki yang nggak menjawab bentakan  “balikin buku gua Dek” pinta  sambil menitih kan airmata nya ntah karna malu di liat banyak orang atau dia malu karna Deki tau isi hatinya deki yang meliat Liya menangis akhirnya nggak mau nanya lagi “ ini” kata Deki menyodorkan buku Liya sambil berlalu dalam keramaian, orang-orang yang ada di situ hanya bengong nggak ngerti apa yang terjadi, dan Rani dan Santi yang melihat Liya terisak tangis pun menghampirinya walaupun rasa bersalah ada dalam benak mereka“Ya, maafin kia ya” pinta Rani setelah berada di depan Liya yang berlutut“Ya, maafin kita”pinta Rani lagi karna nggak ada respon dari Liya “tan, gua tau kami salah, kami mohon maafin akmi”pinta Rani memelas“kalian nggak salah kok, mungkin sudah saatnya Deki tau”jawab Liya di sela tangisnya“kami minta maaf banget sama loe”kata Rani dan Santi sambil memeluk sahabatnya itu“gua kan udah ngomong nggak ada yang harus di maafin dan nggak ada yang minta maaf” jawab Liya membalas pelukan sahabatnya

Dan hari demi hari Liya lalui tapi persahabatan nya dengan Deki nggak sedekat dulu, walaupun mereka sering bertemu tapi nggak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka, Dan sampai ahirnya Deki pun jengah akan kondisi yang mereka alami, Dan Deki pun berniat untuk mulai bicara pada Liya nanti sepulang sekolah di parkiran

Setelah bell pun berbunyi dan Deki pun sudah ada di parkiran untuk berbicara empat mata pada Liya,dan orang yang di tunggu Deki pun muncul. “Liya”panggil Deki, Liya menoleh kea rah yang memanggil namnya, betapa kaget nya dia saat yang manggil adalah Deki cowok yang ia rindukan“udah sana samperin Deki, kalian selesaiin masalah kalian sendiri, gua tunggu di gerbang ok” terang Rani sambil menepuk pundak Liya, Liya hanya membalas senyuman dan anggukan, dan ia pun menghampiri orang yang memanggilnya

“Ya, gua mau,minta maaf sama loe”kata Deki terbata-bata “maaf”kata Liya heran sekaligus nggak percaya yang ia dengar“iya gua mau minta maaf”kata Deki menundukkan kepala“minta maaf untuk” masih heran “minta maaf untuk apa, yang harus nya minta maaf kan gua, karna gua kemaren udah bentak dia”gumam Liya dalam hati“ gua mau minta maaf, karna gua nggak bisa nerima cinta loe”terang Deki lirih terdengar seperti gumaman, Liya hanya tersenyum denger omongan Deki“kenapa loe tersenyum”kata Deki heran melihat Liya tersenyum“kenapa loe harus minta maaf”jawab Liya, dan kali ini membuat Deki bingung .Melihat reaksi Deki yang kebingungan karna omonganya Liya pun meralat omonganya tadi“maksut gua, kenapa loe harus minta maaf, kan cinta itu datang dengan sendiri nya,loe nggak salah apa-apa kok,lagian gua bahagia dengan prasaan gua, dan gua mencinta loe bukan untuk nerima balasan karna gua mencintai tulus tanpa pamrih”terang Liya panjang lebar yang di sertai dengan senyuman,

“loe nggak marah sama gua”Tanya Deki“nggak, kenapa gua harus marah sama loe, bukanya cinta itu nggak harus memiliki, loe mau jadi sahabat gua aja itu udah cukup kok Dek, karna kata ku tadi cinta nggak harus miliki” terang Liya walaupun hatinya mersa sakit atas ucapanyatadi “makasih Ya, loe emang sahabat sejati gua” ucap Deki memeluk Liya. Liya pun membalas pelukanya Deki.“iya gua tau tapi nggak acara main peluk juga kan, ntar kalo cewek loe tau gi mana” ucap Liya melepas pelukanya walau dalam hati dia seneng banget di peluk sama Deki “loe mau pulang”kata Deki “nggak, gua pengen bunuh diri” kata Liya sambil tersenyum“loe tu ya, di Tanya baik-baik juga” kata Deki sok ngambek“ya habis lo nanya gitu si” kata Liya dengan senyum tersungging di bibirnya melihat raut wajah Deki “gua antar pulang nya” kata Deki akhirnya  “nggak deh, makasih Dek, tapi gua udah janji mau pulang sama Rani dan santi sambil menjenguk Dian yang katanya sakit, lain kali aja ya” terang Liya, yang di balas anggukan oleh Deki. “yaudah gua pulang duluanya Dek” pamit Liya pada berlalu dari Deki menghampiri Rani dan Santi yang udah nunggu dia di gerbang sekolah. “gi mana udah selesai masalah nya”kata Santi setelah Liya sampai di depan mata mereka, “udah”jawab Liya cengengesan“syukur deh kalian bisa kayak dulu lagi”kata Rani ikut tersenyum “makasih ya Ran, San” kata TLiya memeluk Rani dan Santi,dan mereka pun membalas pelukanya Liya“sama – sama”kata Rani dan Santi melepas pelukanny dengan Liya “itu kan gunanya sahabt”sambung Rani“kalian emang sahabat terbaik gue sayang Dian gak di sini” jawab Liya


Mereka pun langsung pulang dan menjenguk Dian yang sakit, sesudah merek menjenguk sahabatnya. Mereka langsung pulang kerumahnya masing-masing, setelah sesampai di rumah Liya liaht ibunya sedang menyapuh halaman rumahnya, Liya langsung menhampiri Ibunya dan mencium tangan Ibunya” selamat siang Bu tanya Liya?” tanya Liya “ siang kebingungan melihat tingkah Liya tidak seperti biasanya “ Liya” tanya Ibunya “iya Bu jawab Liya” “kamu engak apa-apa?” “engak apa-apa Bu” jwaab Liya” “udah Bu Liya masuk duluan mau istirahat” Liya pun masuk ke rumah dan merebahkan badanya ke kasur empuk di kamarnya, tak lama kemudian Tante Liya memanggil dari kejauhan menyuruh Liya untuk makan siang, Liya pun langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju meja makan.

Bersambung

http://httpmyblogspotyudialam.blogspot.com/



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar